Ponorogo, Jawa Timur (PN) - Suasana semarak mewarnai desa Ngendut, kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo, pada Kamis, 27 Agustus 2026 dalam kegiatan Sedekah Bumi dan Karnaval Budaya dalam rangka memperingati hari jadi desa Ngendut ke 243 dan HUT RI ke 81. Berbagai elemen masyarakat dan unsur birokrasi desa bersatu dengan masyarakat berjalan bersama mengawali sedekah bumi dan karnaval budaya desa Ngendut tahun 2026. Hadir Forkopimcam, Perwakilan Disbudparpora kabupaten Ponorogo dan semua perangkat desa, BPD, LPMD, karang Taruna, tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Kegiatan tersebut menjadi simbol rangkaian tradisi Sedekah Bumi yang hingga kini tetap lestari sebagai wujud rasa syukur masyarakat desa Ngendut atas nikmat kehidupan dan hasil bumi yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
Kirab budaya berlangsung meriah dengan menampilkan beragam kesenian tradisional, busana adat, hasil bumi, serta atraksi budaya yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga memadati sepanjang rute kirab untuk menyaksikan iring-iringan peserta yang menampilkan kekayaan budaya lokal. Tidak hanya menjadi hiburan, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar semakin mengenal dan mencintai warisan budaya daerah.
Tradisi Sedekah Bumi merupakan salah satu budaya yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil panen, keselamatan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan modernisasi, tradisi tersebut tetap dipertahankan karena mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, serta penghormatan terhadap budaya leluhur.
Wadiyem kepala desa Ngendut saat dikonfirmasi media, beliau mengatakan bahwa Kirab Budaya Sedekah Bumi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat identitas budaya masyarakat sekaligus menjaga tradisi agar tidak tergerus perkembangan zaman.
"Sedekah Bumi adalah warisan budaya yang mengajarkan rasa syukur, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Kami berharap generasi muda terus mencintai budaya daerah sehingga tradisi ini tetap hidup dan dapat diwariskan kepada anak cucu di masa mendatang," ujarnya
Menurutnya, pelaksanaan kirab budaya juga menjadi bukti bahwa modernisasi tidak harus menghilangkan nilai-nilai tradisi. Justru melalui kolaborasi antara pelaku seni, masyarakat, dan generasi muda, budaya lokal dapat dikemas lebih menarik tanpa meninggalkan makna yang terkandung di dalamnya,"paparnya.
Lebih lanjut beliau, mengatakan bahwa Kirab Budaya Sedekah Bumi merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya yang perlu terus dijaga bersama. Menurutnya, tradisi yang diwariskan oleh para leluhur tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, serta rasa syukur yang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
"Kirab Budaya Sedekah Bumi menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat, khususnya generasi muda, diajak untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan tradisi sebagai bagian dari identitas Kabupaten Ponorogo. Kami berharap kegiatan ini terus berkelanjutan dan menjadi ruang edukasi budaya bagi masyarakat," ujarnya.
Kirab Budaya rangkaian kegiatan budaya yang sarat makna. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya merayakan tradisi, tetapi juga memperkuat persatuan, melestarikan kearifan lokal, serta menegaskan bahwa budaya merupakan identitas yang harus terus dijaga. Semangat syukur yang diwariskan para leluhur pun tetap hidup di tengah arus modernisasi, menjadi pengingat bahwa kemajuan zaman dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya.
Adapun rangkaian kegiatan hari jadi desa Ngedut 243 dan HUT RI ke 81 diawali dari tanggal 17 senin malam sujud syukur, tanggal 22 Sabtu malam Khotmil Quran, tanggal 23 Minggu pagi sepedah santai dan hiburan mutiara nada, tanggal 24 Senin malam Karawitan, tanggal 25 Selasa siang Reog Gading Manggolo, tanggal 26 Rabu siang lomba Agustusan, tanggal 27 siang kirab budaya desa dan malamnya puncak acara dimeriahkan oleh grup musik Romanz Pitu dari Solo.
Jurnalis: Tim Redaksi
Posting Komentar